Pernah dengar plastik Oxo? Atau pernah lihat kantong plastik di supermarket dengan label “Oxo-biodegradable Plastic”?

Seiring dengan semakin masifnya permasalahan sampah, banyak teknologi diciptakan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik tersebut. Salah satunya adalah teknologi plastik oxo-biodegradable.

Plastik oxo-biodegradable merupakan plastik biasa yang ditambahkan aditif dalam proses pembuatannya dengan dosis 1% s/d 5% tergantung pengaplikasian plastik yang berfungsi untuk memperpendek rantai karbon plastik sehingga plastik tersebut lebih cepat dimakan mikroba dan terurai menjadi biomassa, H2O, dan CO2.

Bagaimana cara terurainya?

Proses terurai plastik oxo-biodegradable diuji menggunakan standar pengujian Amerika, ASTM D6954, yang terjadi dalam 3 tahapan:

Tahap Oksidasi

UV, panas, dan/atau berbagai kondisi alam lainnya akan mendegradasi plastik yang ditunjukkan oleh penurunan bobot molekul

Tahap Biodegradasi:

menghasilkan mikropartikel (BUKAN mikroplastik) dengan bobot molekul rendah yang ‘dimakan’ oleh mikroba,
terdegradasi menjadi biomasa, H2O, dan CO2

Uji Ekotoksisitas:

Residu biomasa dimakan oleh cacing tanah, digunakan dalam pembibitan, penanaman pohon, serta dimasukkan ke dalam air untuk memastikan tidak ada efek negatif pada ekosistem

Plastik oxo sudah banyak digunaka

n tidak hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara lain, terutama di negara-negara beriklim panas seperti Saudi Arabia, Pakistan, dlsb.

Sumber:

1.  www.biodeg.org (Oxo-biodegradable Plastics Association di Eropa) dan www.obpf.org (Oxo-biodegradable Plastics Federation).

2.   http://www.biodeg.org/Rethinking%20the%20future%20of%20plastics%20%20-%208-2-18.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *